Sejarah Sepatu Roda

Asal mula sepatu roda tidak lepas dari kisah Joseph Marlin. Sebelum populer seperti sekarang, penemuan pria berkebangsaan Belgia itu membuat ice skating yang ditambahi roda kecil. sempat dicekal oleh Pemerintah Belanda lantaran banyak yang menggunakannya di jalan raya yang berpotensi mengundang kecelakaan.

Dengan berbagai alasan penggunaan sepatu roda justru semakin massif. Pasalnya, sensasi yang ditimbulkan dari sepatu roda adalah selain kecepatan adalah efisiensi waktu yang lebih cepat ketimbang berjalan. 

Pada tahun 1863 seorang bernama James Leonard Plimton mematenkan sepatu roda ciptaannya yang diberi nama Rocking Skate. Dikemudian hari, dirinya dijuluki sebagai Bapak Sepatu Roda atas jasanya menciptakan sepatu roda.

Olahraga ini akhirnya mendapatkan banyak penggemar. Tak hanya di Amerika saja, melainkan menyebar ke tanah Eropa sampai ke Inggris. Klub-klub sepatu roda pun banyak bermunculan. Bahkan akhirnya, negara Ratu Elizabeth itu membuat organisasi yang diberi nama The National Skating Association (NSA) pada tahun 1876 sebagai upaya mempopulerkan sepatu roda hingga timbul banyak kegiatan kejuaraan atau kompetisi.

Selain berfungsi sebagai ajang olahraga, sepatu roda juga banyak digunakan sebagai ajang hiburan. Mulai di acara komedi, opera, dan balet. Bahkan muncul olahraga jenis baru bernama hoki yang pemainnya wajib menggunakan sepatu roda.

Sejarah Sepatu Roda di Indonesia
Di Indonesia sendiri masuknya sepatu roda bersamaan dengan masuknya era penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Namun saat itu belum banyak yang memainkan karena hanya dilakukan oleh orang Belanda atau kalangan priyayi Indonesia.

Akan tetap pasca kemerdekaan, olahraga ini tak dibawa pulang oleh Belanda lantaran peminatnya ada, dan di tahun 60-an sepatu roda menjadi sebuah trend, terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya.

Pada 7 Oktober 1979, kepengurusan Perserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) dibentuk untuk mendukung kegiatan yang berbau sepatu roda. Munas pertamanya pada tahun 1981 yang yang mengagendakan pembentukan pengurus periode 1981-1985. 

Sri Sultan Hamengkubuwono tercatat dalam sejarah perkembangan sepatu roda di Indonesia lantaran statusnya sebagai ketua KONI pusat yang mengukuhkan kepengurusan Perserosi.

Sejak saat itu, banyak perlombaan yang diadakan di Indonesia dan sampai saat ini sudah banyak atlet sepatu roda Indonesia yang memiliki prestasi membanggakan di kancah internasional.

sumber : sportku.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar